Bandar Udara Yang Berkembang

Bandara sejatinya berdiri sebagai wahana transportasi antar daerah lewat jalur udara melengkapi Terminal bus, Stasiun Kereta Api untuk jalur darat serta Pelabuhan (sebutan untuk pemberhentian kapal) yang termasuk jalur laut.

Secara kebetulan, kesemuanya ada di kota markas Sewa Rental Mobil Murah di Surabaya ini. Bandara Juanda yang faktanya masuk di wilayah Sidoarjo tapi dikelola bersama oleh pemerintah melalui Dirjen Perhubungan Udara: https://id.wikipedia.org/wiki/Bandar_Udara_Internasional_Juanda. Begitu pula akan Terminal Purabaya yang tadinya dikelola oleh Pemkot Surabaya dengan sistem bagi hasil bersama Pemkab Sidoarjo (tetapi kabarnya diambil alih Kemenhub);  serta terminal Tambak Osowilangun yang dikelola oleh Pemerintah Kota Surabaya. Berikut tautan referensi Sewa Mobil Surabaya: http://www2.jawapos.com/baca/artikel/13337/pengelolaan-terminal-purabaya-diambil-alih-kemenhub-pemkot-tunggu-juknis dan http://insurabaya.blogspot.co.id/2014/03/trayek-tarif-jadwal-terminal-osowilangun.html. Tentang tarif ter-update, perhatikan tahun artikel blog tersebut, karena telah tayang setahun lalu. Saat ini, pasti kesemuanya telah mengalami penyesuaian harga. Beberapa Stasiun Kereta Api yang cukup besar pun ada di Surabaya.

Lobi Bandara Juanda. sumber: commons.wikimedia.org/Serenity
Apa hubungan prasarana transportasi tadi dengan Rental Sewa Mobil Murah di Surabaya?
Secara umum, beberapa tamu Sewa Mobil Avanza di Surabaya yang berasal dari luar kota menggunakan kendaraan lain demi mencapai Kota Surabaya. Memang pada umumnya beliau-beliau ini dijemput di Bandara Juanda, tapi ada kesempatan khusus dimana Rental Mobil Pregio di Surabaya juga mempunyai tamu yang memilih armada transportasi lain untuk kembali ke daerahnya. Seperti bus di terminal Purabaya dan kapal di Tanjung Perak atau bahkan melalui jalur kereta api pula karena di Surabaya ada beberapa Stasiun Kereta Api. Bukankah memang niat kami untuk menjangkau segala lapisan di masyarakat?

Tapi, pembahasan artikel ini sepertinya berbeda dari judul ya? ^_^
Saat Sewa Mobil Honda Mobilio di Surabaya tidak sengaja menemukan pembahasan menarik oleh salah satu pengamat dan ekonom Indonesia pada artikel berikut: http://www.kompasiana.com/faisalbasri/sesat-pikir-pengelolaan-bandara_56a7d1e4f192738c0ccc5b31. Ternyata tanpa disadari, negara Indonesia mempunyai banyak bandar udara setelah era otonomi daerah dimulai. Tak hanya bandara internasional saja, tetapi juga bandar udara kecil atau perintis. Dari hal ini didapat fakta bahwa bandar udara sejatinya bukan untuk 'kalangan berduit' saja, tetapi juga untuk sarana penunjang transportasi secara umum. Karena ada banyak daerah terpencil di Indonesia yang tidak tersentuh pembangunan jalan raya, kereta api, ataupun pelabuhan.

Bandar udara Abdurrachman Saleh. sumber: commons.wikimedia.org/Rochelimit

Tak hanya di daerah terpencil saja, pemkot beberapa kota di Jawa Timur pernah melempar wacana dan pemikiran tentang pembangunan bandar udara di daerahnya. Tentu hal ini bukan tanpa alasan. Sewa Mobil di Surabaya sendiri tidak terlalu jauh mengetahui kelanjutannya. Yang tergambar di benak kita semua mungkin adalah bahwa jarak tempuh moda transportasi udara tergolong relatif lebih pendek, karena tak mengikuti kontur tanah atau bangunan. Rutenya pun cenderung relatif lurus tanpa halangan; kecuali memang terkadang harus menghindari awan penyebab badai. Seperti salah satu bandar udara baru di pulau Bawean yang termasuk Kabupaten Gresik ini: http://www.merdeka.com/travel/ada-bandara-baru-di-pulau-bawean.html. Saat ditempuh melalui laut, dibutuhkan waktu 6 jam yang bisa sangat dihemat dengan hanya 55 menit untuk perjalanan udara. Sangat membantu jika seseorang membutuhkan rujukan pertolongan rumah sakit besar dengan teknologi modern dalam waktu singkat. Karena kebanyakan rumah sakit itu berada di beberapa kota besar di Jawa. Hal lainnya: Untuk banyak orang yang sibuk, harga tiket pesawat yang cukup mahal dibandingkan transportasi darat atau laut mungkin tak terlalu menjadi bahan pertimbangan.

Tapi kelemahan lalu-lintas udara ini adalah adanya limit bagasi, dan tak membolehkan komunikasi dengan ponsel pribadi; Di waktu tertentu, jalur udara ini juga rawan delay (pemunduran/penundaan jam berangkat) hingga cancelling (pembatalan). Jika trafik bandara sedang sibuk, pesawat pun bisa berputar-putar di dekat bandara untuk menunggu keberangkatan pesawat lain. Beberapa hal ini cukup menjadi bahan pertimbangan saat memilih moda udara atau Kereta Api yang bebas berhenti kecuali di stasiun.

Berdasar fakta-fakta tersebut, pembangunan bandara mungkin bisa menjadi solusi persebaran penumpang; karena untuk menuju ke beberapa daerah tertentu, orang Malang pun tak perlu datang ke bandar udara Juanda karena di Malang pun ada bandara Abdul Rachman Saleh. Meskipun di sisi lain, bandara Juanda yang sibuk pun diketahui memperbanyak jumlah terminalnya dan memberdayakan lagi bandara lamanya yang sempat di-'pensiun'-kan. Rental Mobil di Surabaya sendiri masih sering mengantar-jemput penumpang pada beberapa terminal bandara trsebut.

Apapun moda transportasi yang Anda pilih untuk ke Surabaya nantinya, pastikan untuk selalu mempertimbangkan segala aspek di awal. Sewa Rental Mobil Murah di Surabaya pun siap menjemput di terminal kedatangan, apapun sarana transportasi Anda untuk ke Surabaya nantinya.