E-Tilang dan Penegakan Aturan

Pernah ditilang? Penilangan adalah salah satu cara memberi sanksi kepada pelanggar oleh polisi sebagai pihak yang berwenang dalam mengatur lalu-lintas jalan. Sewa Rental Mobil Innova di Surabaya banyak menjumpai seseorang menghindari tilang karena banyak diantaranya yang menerapkan denda besar; mungkin juga malu bila dilihat dan diketahui kerabat atau orang dekat mereka bahwa mereka ditilang. Tapi bahkan mereka yang terkena tilang pun tidak banyak membuat orang lain menghindari tilang. Rental Sewa Mobil Murah di Surabaya sendiri terkadang masih melihat ada pengendara motor yang menyerobot lampu merah, naik ke atas trotoar dan lain-lain. Hal ini membahayakan pengguna jalan lainnya; selain pejalan kaki juga pengemudi mobil pula karena mereka yang berkendara ngawur begini mungkin juga akan mengabaikan pemberian isyarat lampu sein untuk berbelok.

Imbas pelanggaran dan penilangan—pengemudi bisa didenda sekaligus dikunci kendaraannya supaya tidak kabur.
Sumber: pixabay/Buecherwurm_65

Di lapangan sendiri ada banyak poin untuk penilangan. Diantaranya kelengkapan kendaraan (termasuk surat pentingnya) untuk layak jalan, perlengkapan yang harus dipakai oleh pengendara hingga kondisi kendaraan tersebut saat meluncur di jalan raya terkait rambu-rambu serta marka jalan. Secara garis besar, pengendara yang terkena tilang akan diberikan surat tilang yang kemudian harus mengikuti pengadilan untuk denda dan keputusan selanjutnya. Namun saat ini Sewa Rental Mobil di Surabaya Barat melihat ada langkah yang diambil untuk memudahkan pelanggar membayar dendanya: http://bogor.tribunnews.com/2016/03/17/pengguna-kendaraan-yang-kena-tilang-siapkan-kamera-anda-ini-loh-fungsinya. Menurut Kanit Turjawali Polres Bogor pada tautan tadi, warna surat denda yang diberikan pun menunjukkan adanya perbedaan prosedur pengurusan saja.

Saat ini Kota Surabaya menjadi salah satu acuan dan menguji-coba penerapan 'e-tilang'. E-tilang adalah penilangan yang dilakukan secara 'on-the-fly', maksudnya langkah tilang yang dilakukan tanpa adanya petugas berwenang di lapangan, tetapi surat tilang tersebut ditujukan ke rumah yang bukti pelanggaran tersebut terekam melalui CCTV. Ujicoba untuk e-tilang ini dimulai sejak akhir Agustus lalu: https://www.jawapos.com/radarsurabaya/read/2017/08/30/10579/e-tilang-mulai-diuji-coba-langgar-lalin-langsung-terekam-cctv.

Ilustrasi CCTV. Saat ini ada banyak CCTV yang dipasang di jalan demi membantu pengaturan dan info lalin.
Sumber: pixabay/ElasticComputeFarm 
Dari beberapa sumber yang dipantau Rental Sewa Mobil Livina di Surabaya, ternyata ada hoax yang menyebutkan bahwa e-tilang juga diterapkan di beberapa kota lain. Misalnya di depok: http://poskotanews.com/2017/09/11/hoax-ujicoba-tilang-e-cctv-di-depok/, Kota Bandung: http://regional.liputan6.com/read/3090233/kabar-uji-coba-tilang-e-cctv-di-bandung-ternyata-hoax, Palembang: http://sumsel.tribunnews.com/2017/09/10/heboh-beredar-broadcast-tilang-e-cctv-ini-penjelasan-dishub, Bahkan IbuKota Jakarta: https://oto.detik.com/mobil/3636070/soal-tilang-cctv-sudah-diterapkan-di-jakarta-polisi--hoax. Namun, Sewa Rental Mobil Avanza di Surabaya menemukan satu situs yang berkaitan dengan e-tilang di Jakarta: https://e-tilang.perkara.info/. Tidak tahu pasti apakah ini adalah situs yang nantinya dipergunakan untuk pengurusan e-tilang beserta dendanya di Jakarta.

Terlepas dari berbagai berbagai hoax yang ada, Rental Sewa Mobil Innova Reborn di Surabaya menemukan satu imbas yang cukup positif terkait e-tilang tadi, yakni menurunkan jumlah pelanggaran: https://kumparan.com/nurul-hidayati/e-tilang-lewat-cctv-di-surabaya-efektif-turunkan-pelanggar-lalu-lintas. Dari yang dijabarkan pada artikel berita tersebut, penurunannya ini sekitar 75%. Cukup drastis. Tidak diketahui motif seseorang melakukan pelanggaran tersebut, tetapi kerja pihak kepolisian pun mungkin tak terlalu 'ngoyo' untuk selalu menurunkan personelnya ke sebuah tempat untuk selalu mengawasi pengguna jalan yang melanggar. Dengan begitu personel polisi tersebut bisa mengurusi hal lain seperti mengalihkan kepadatan dan semacamnya.
Tidak diketahui pasti pula apakah penerapan e-tilang ini akan merambah kota-kota besar yang disebutkan  tadi, karena kamera yang digunakan pasti kamera yang akan sangat jelas menyorot hingga ke TNKB (plat nomor) kendaraan tersebut: http://kelanakota.suarasurabaya.net/news/2017/192691-Kamera-Resolusi-Tinggi-Pendukung-e-Tilang-Bisa-Merekam-Banyak-Pelanggaran-dalam-Satu-Waktu. Namun pada tautan berita tadi menjabarkan bahwa pengawasan berbasis CCTV ini hanya akan diterapkan di dua titik karena dinilai yang paling siap, serta termasuk yang 'rawan' pelanggaran.

Terkait dengan dendanya, ternyata e-tilang ini juga cukup seram memberlakukan sanksi. Karena pengganjarannya adalah nilai denda maksimal dari pelanggaran tersebut: http://surabaya.tribunnews.com/2017/08/28/laporan-khusus-e-tilang-bagus-kaget-kena-tilang-rp-15-juta. Tetapi dari tautan lain (namun tertanggal lebih lama), penerapan denda maksimal ini disebabkan belum adanya kepastian kesepakatan besaran denda dalam bentuk 'tabel': http://kelanakota.suarasurabaya.net/news/2017/185964-Penerapan-E-Tilang-Masih-Menuai-Hambatan-di-Beberapa-Daerah. Namun jika kemudian ternyata penerapannya (besaran sanksi denda) di lapangan sekarang adalah ketentuan finalnya, maka tak perlu diprotes juga; cukup berusaha tidak melanggar aturan mungkin lebih baik. Hanya, beberapa waktu lalu Sewa Rental Mobil Honda Mobilio di Surabaya menjumpai seseorang di laman e100 mempertanyakan bahwa surat tilang yang mampir ke rumahnya salah alamat dikarenakan beberapa hari diam di rumah karena sakit. Tidak tahu mana yang benar, sedangkan Rental Sewa Mobil Per-12 Jam di Surabaya juga tidak mengikuti perkembangannya lebih lanjut. Karena mungkin bisa disadari bila kelemahan dari sistem CCTV ini adalah bila TNKB yang dipasang di kendaraan adalah palsu. Kita tunggu saja bagaimana kelanjutan dan penerapan dari praktik e-tilang ini, semoga ada solusi untuk tiap permasalahan yang timbul.

Polisi "Cepek" dan Lalu Lintas Kita

Pernah dengar istilah 'polisi cepek'?
Istilah ini disematkan kepada orang biasa yang mengatur lalin di persimpangan dengan imbalan sejumlah uang. Sementara kata 'cepek' ini pun agaknya kurang pas, karena di masa kini uang seratusan rupiah 'kurang berarti' bagi sebagian besar orang, dan istilah hitung-hitungan ala Hokien ini mungkin hanya sebatas pengucapan saja (penyebutannya mungkin dipilih karena yang paling familiar); mirip 'permintaan pajak' Pak Ogah dalam serial Si Unyil saat ada warga yang lewat daerahnya.

Tapi membahas tentang 'polisi cepek' ini, di dekat markas Sewa Rental Mobil Avanza di Surabaya ada beberapa titik yang termasuk 'daerah operasi' mereka; terutama pada persimpangan jalan yang ramai dan tanpa lampu lalin. Kecuali jika hujan sangat deras atau pada persimpangan itu telah ada polisi yang mengatur (karena tak sepanjang hari polisi mengatur daerah tersebut; bahkan hanya beberapa jam), mereka masih dijumpai keberadaannya oleh Rental Sewa Mobil Honda Mobilio di Surabaya. Waktu operasi mereka pun tak bisa dibilang sebentar: yakni saat jam jalanan ramai oleh kendaraan.

Sosok 'polisi cepek' yang beroperasi di banyak persimpangan. Sumber: commons.wikimedia.org/Andiazamuddin
Di jagad maya sendiri, Sewa Rental Mobil Innova di Surabaya juga mendapati banyak komentar, artikel atau opini yang beredar baik di medsos, blog dan media lainnya. Sebagian dari para pengguna jalan (kendaraan) ini merasa terbantu, tak mempermasalahkan atau bahkan ada yang menganggap ini sebagai bagian dari 'sedekah'; tetapi sebagian masyarakat juga terlihat kesal akan fenomena ini dan menyebutkan keheranannya, 'masa kita akan bertemu tiap belok kanan?'. Salah satu alasannya mungkin karena mereka merasa telah membayar pajak untuk kehidupan yang lebih baik. Tautan berita berikut ini juga merupakan salah satu fakta dimana para polisi cepek ini terasa di 'luar batas': http://www.tribunnews.com/regional/2016/02/05/dianggap-meresahkan-pak-ogah-kota-makassar-diamankan serta http://www.tribunnews.com/regional/2016/03/24/gara-gara-melawan-pak-ogah-nyaris-dibogem-kapolsek-medan-timur.

Rental Sewa Mobil Livina di Surabaya tak tahu pasti akan daerah pertama yang para pemudanya berinisiatif untuk menjadi 'polisi cepek' ini, namun keberadaannya rupanya telah menyebar di berbagai daerah (terutama di kota besar). Dari pengamatan Sewa Rental Mobil Innova Reborn di Surabaya di persimpangan dekat garasi dan markas, biasanya 'polisi cepek' ini berpasangan untuk memudahkan operasional. Satu bertugas pengaturan lalin, satu bertugas pemantauan hingga penyodoran 'kotak ikhlas' kepada sopir untuk diisi.

Namun ternyata Rental Sewa Mobil Murah di Surabaya juga mendapati ada yang bertugas sendirian. Jika begitu, maka terkadang sopir yang berbaik hati akan melempar recehan atau uangnya ke arah 'polisi cepek' itu. Selama ini bila Sewa Mobil Surabaya melihat, tak ada orang yang akan memungutnya karena mungkin banyak yang sadar itu adalah 'upah' atau 'jatah' hasil keringat dari para 'polisi cepek' tersebut, entah bila ada yang tega mengambilnya; selain karena jumlahnya yang memang tidak seberapa.

Namun jika dipikirkan, meski peran mereka kurang seberapa penting terkadang terpikir mereka juga cukup memberi kontribusi; karena sejauh Rental Mobil Surabaya mengamati, agaknya mereka juga cukup sadar dan mengetahui kalau pekerjaan tersebut bersifat sukarela dan ada cukup banyak pengguna kendaraan (sopir) yang tak membayar cepekan ini, meski ternyata ada regulasi dan ketentuan khusus yang mengatur tentang sosok yang tidak mempunyai wewenang ini: http://www.hukumonline.com/klinik/detail/lt559dddf8c0e3b/ancaman-sanksi-bagi-pak-ogah. Tapi, bila kita melihat rompi pada gambar di atas dengan keterangan 'Mitra Polri', mungkin kita malah bertanya-tanya apakah instansi Polri memang memberi kewenangan kepada mereka?

Jika kita merunut berita di media massa ini, mungkin beberapa orang sopir masih membandingkan kesukarelaan ini dengan pungutan yang kerap dijumpai saat melewati jalan-jalan tertentu. Dan nampaknya sosok polisi cepek juga berbeda juga dengan relawan pengatur lalin pada tulisan berikut: http://www.kompasiana.com/haridrmwn/mahfud-sukarelawan-pengatur-lalu-lintas-kota-bogor_5851880e789373c54e4467fa. Tapi bagaimana pun 'bentuk' mereka dalam mengatur jalan, ada harapan yang seringkali dilontarkan oleh banyak orang termasuk Sewa Rental Mobil di Surabaya Barat: semoga bisa mengurai kemacetan dan tidak lantas menyebabkan keruwetan yang lebih parah.

Mobil Wagon dan Rumah Kedua

Agaknya tidak umum untuk mempunyai wagon (mobil karavan) di Indonesia. Apalagi sistem kependudukan di Indonesia pada umumnya seperti tidak memungkinkan untuk menjadikan mobil sebagai rumah (dengan sifat berpindah-pindahnya) yang bisa menyulitkan pemantauan kepada pemilik rumah. Karena sistem administrasi yang umum berlaku di Indonesia adalah hingga ke tingkat searea yang terdiri dari beberapa (puluhan) kepala keluarga yakni RT (Rukun Tetangga). Mungkin Rental Sewa Mobil Murah di Surabaya hanya pernah menemukan rumah dengan bentuk unik yang menyerupai mobil atau kontainer dari sebuah truk, tetapi bukan rumah yang mobile, setidaknya mereka yang mempunyai KTP.

Caravan yang biasa ditarik oleh mobil, biasa digunakan untuk berkemah
tapi ada yang menggunakannya sebagai rumah tinggal. sumber: commons.wikimedia.org/Andy F

Rental Sewa Mobil Livina di Surabaya menemukan satu tautan yang menarik tentang model yang lumayan baru dari 'rumah caravan' ini: http://www.kaskus.co.id/thread/5191ebbb5b2acf2452000007/keren-gan-mobil-van-yang-bisa-berubah-jadi-rumah/. Dalam laman forum tersebut diperlihatkan beberapa tampilan foto mobil van yang menarik dan kemungkinan cocok untuk rumah tinggal. Namun kita tahu juga bahwa bagi kebanyakan orang, kebutuhan yang utama adalah rumah tinggal yang menetap. Di beberapa referensi artikel, beberapa orang dewasa mengkhawatirkan mental si anak jika sering berpindah. Banyak orang dewasa yang berpindah-pindah kota kediaman hingga akhirnya memutuskan untuk tinggal di suatu tempat hingga si anak dewasa dan mandiri (karena penyesuaian diri dari perilaku nomaden agaknya sulit bagi banyak anak). Tapi di Indonesia, ada yang tugas pekerjaannya mengharuskan untuk berpindah tempat; semacam mutasi pada dinas kepolisian, guru (PNS) dan lain sebagainya.

Sewa Rental Mobil Honda Mobilio di Surabaya juga menemukan fakta lain dimana standar hidup di Indonesia memang tidak tinggi seperti di negara-negara asing yang warganya menerapkan perilaku tersebut. Jangankan sebuah mobil yang multifungsi seperti itu, rumah saja belum punya ^_^ Sebuah rumah tinggal memang termasuk menempati level pertama dalam kebutuhan selain makanan dan baju; Sewa Rental Mobil di Surabaya Barat sebagai bagian dari warga Indonesia biasa membaca atau mendengar bahwa kebutuhan primer kita terdiri atas Sandang, Pangan dan Papan. Dan mobil ini tergolong kebutuhan 'mewah' yang tak setiap orang memilikinya. Bahkan Sewa Rental Mobil Innova Reborn di Surabaya melihat bahwa orang akhirnya memilih sepeda motor dibanding mobil karena harganya yang tinggi. Bahkan ada yang hingga memodidikasi sepeda motornya supaya bisa dibuat beratap seperti mobil.

mobil caravan keluaran Volkswagen (Doubleback T5). sumber: http://www.dailymail.co.uk/news/article-2322023/Just-vantastic-Head-turning-campervan-opens-reveal-secret-compartment-flick-switch.html

Namun memang kita tidak bisa memukul rata bahwa 'kebutuhan tinggal' penduduk Indonesia ini selalu menyukai yang 'menetap'. Karena di beberapa daerah, Rental Mobil Innova di Surabaya juga menemukan beberapa referensi soal rumah terapung atau rumah perahu, salah satunya ditunjukkan oleh laman berikut: http://www.antarasulsel.com/foto/5186/rumah-terapung. Rumah terapung atau rumah perahu ini seperti kapal yang digunakan oleh banyak warga asing juga, tetapi dalam skala yang lebih sederhana. Tetapi biasanya mereka yang punya tempat tinggal terapung begini bertempat di danau atau sungai ketimbang di laut seperti warga asing tadi. Karena banyak orang yang ternyata masih memperhatikan poin keselamatan orang-orang sekitarnya atau keluarganya.

Secara geografis, wilayah Indonesia tidak dihampiri angin topan atau cuaca yang sangat ekstrem meski gempa bumi juga tak jarang terjadi di Indonesia karena negara kita memang termasuk daerah 'cincin api' yang ditandai oleh sebaran gunung berapi aktif atau termasuk dalam lempeng bumi yang selalu bergerak.
Jadi kecil kemungkinannya bagi sopir Rental Sewa Mobil Avanza di Surabaya menjumpai mobil jenis ini melaju di jalanan. Meski begitu jangan dikira bertemu dengan beberapa tipe mobil lain tidak lebih merepotkan juga; karena secara postur, ada banyak jenis mobil lain yang mempunyai bodi dan panjang yang cukup untuk membatasi pandangan dan mengharuskan kewaspadaan lebih tinggi. Produsen yang menawarkan mobil ini di Indonesia pun mempersyaratkan hal khusus diluar pajak dan servis rutin atau tune-up, yakni uji KIR (yang biasanya diterapkan pada mobil angkutan) dan beberapa poin lainnya. Seperti yang dicantumkan pada referensi Sewa Mobil di Surabaya berikut: http://otomotif.tempo.co/read/news/2014/09/24/123609277/ini-syarat-untuk-peminat-daihatsu-gran-max-caravan. Jenis mobil karavan yang ditawarkan tersebut memang tidak dimaksudkan sebagai rumah tinggal keliling, tetapi hanya untuk mereka yang ingin traveling sambil membawa banyak perlengkapan saat melakukan traveling tersebut. Mereka pun pastinya sudah mempunyai 'rumah menetap' dan merupakan kaum 'berada'.

Berbicara tentang 'rumah berjalan', Sewa Rental Mobil Murah di Surabaya menemukan satu konsep mobil yang bisa digunakan sebagai 'rumah sementara'; meski hanya sekadar konsep tapi kemungkinannya bisa juga terealisasi, karena kemajuan teknologi saat ini mendukung untuk itu:


Agaknya jenis ini mungkin bisa digunakan sebagai tampungan sementara para korban evakuasi gunung meletus, korban banjir, sekolahan dan lain-lain. Meski mungkin akan timbul beragam manfaat yang diambil jika konsep kendaraan tersebut direalisasikan. Tapi, melihat faktor kenyamanan dan keselamatan jalan umumnya: sifat bongkar pasang yang ada di berbagai kendaraan model ini hendaknya menjadi perhatian dan menjadi poin khusus dalam perawatannya selain pada bagian gerak mekanis mobil tersebut agar tidak merepotkan pengguna jalan lain kemudian.

Tentang Drifting

Karena diekspos dalam satu film tentang balapan mobil Hollywood, Rental Sewa Mobil Innova Reborn di Surabaya menilai banyak masyarakat Indonesia menjadi lebih mengenal tentang drifting yang dilakukan insan pebalap dengan kendaraan tunggangannya. Aksi ini juga tak umum dilakukan di keramaian, dan lebih cenderung dilakukan oleh mereka yang suka berkendara di arena balapan atau mereka yang suka berkendara dengan tangkas. Meski banyak video yang mengulas dan mempertontonkan aksi drifting dengan mobil, nyatanya ada pengendara motor juga yang melakukannya.

Pembalap motor yang melakukan drifting. sumber: commons.wikimedia.org/kallerna

Drifting (diterjemahkan Indonesia sebagai: mengepot) merupakan salah satu teknik mengemudi dengan mempertahankan posisi miring selama mungkin saat meluncur—teknik ini harus menggunakan penggerak belakang. Posisi miring ini didapat lebih optimal saat ada tikungan dan pembalap pun melakukan drifting ini sejauh mungkin sebelum berlanjut meluncur sejenak dan kembali mengepot saat ada tikungan lainnya. Sewa Rental Mobil Avanza di Surabaya menemukan satu artikel menarik tentang bagaimana cara 'nge-drift' ini: http://www.wikihow.com/Drift-a-Car, dan dari sana kita bisa menilai bagaimana skill seorang pembalap melakukan aksi drifting.

Kita juga bisa melihat bahwa pelaku drifting ini juga tidak selalu menggeber mobilnya dengan kecepatan tinggi seperti umumnya pembalap yang biasanya berusaha mencatat waktu terbaik setelah lepas dari titik start. Terlepas dari metode yang dilakukannya, Sewa Rental Mobil Innova di Surabaya melihat ada keanehan sendiri saat mengakses halaman Wikipedia dengan bahasan drifting ini: https://id.wikipedia.org/wiki/Mengepot. Pada halaman tersebut, dijelaskan bahwa FIA sebagai badan yang mengayomi olahraga balap tidak mengakui drifting sebagai bagian dari olahraga balap profesional. Tapi sewaktu Sewa Mobil Honda Mobilio di Surabaya menjelajah situs badan FIA dan mengetikkan kata drift dalam mesin pencariannya, ternyata ada beberapa pagelaran yang termasuk dalam kategori 'FIA Events'. Silahkan akses url berikut: http://www.fia.com/search?search_api_views_fulltext=drift untuk mengetahui beberapa event seperti "Dunlop Drift Challenge".

Di bawah ini adalah seorang anak yang malah mahir nge-drift dengan mobil. Mungkin karena dukungan lingkungan sekitarnya.




Sampai saat ini, Rental Sewa Mobil di Surabaya Barat tidak mengetahui apa manfaat positif di balik aksi drifting ini selain untuk kesenangan pribadi para pecinta mobil dan penontonnya, mungkin mirip dengan aneka ragam cabang olahraga lain yang bisa menghibur dengan permainan yang lumayan penuh skill. Walaupun begitu, secara langsung kita bisa melihat bahwa para pelaku aksi drifting ini mempunyai kemampuan handling yang tidak remeh. Meski amat sangat berpotensi pada kaki-kaki, beberapa komponen sistem pengereman serta tentunya adalah ban mobil.

Sopir-sopir 'rumahan' dan sopir resmi suatu perusahaan kemungkinannya menghindari hal ini karena efeknya tidak bisa diperkirakan pada kendaraan 'rumah tangga' yang tidak dirancang atau dimodifikasi untuk itu. Apalagi bila kendaraan yang digunakan untuk aksi ini bukan miliknya sendiri. Mungkin juga termasuk sopir Sewa Rental Mobil Murah di Surabaya. Jadi jika Anda diantar oleh sopir Rental Sewa Mobil Livina di Surabaya dan secara kebetulan melakukan aksi drifting saat itu, Anda tinggal menghubungi kami saja supaya kasusnya bisa diproses lebih lanjut. ^_^

Bandar Udara Yang Berkembang

Bandara sejatinya berdiri sebagai wahana transportasi antar daerah lewat jalur udara melengkapi Terminal bus, Stasiun Kereta Api untuk jalur darat serta Pelabuhan (sebutan untuk pemberhentian kapal) yang termasuk jalur laut.

Secara kebetulan, kesemuanya ada di kota markas Sewa Rental Mobil Murah di Surabaya ini. Bandara Juanda yang faktanya masuk di wilayah Sidoarjo tapi dikelola bersama oleh pemerintah melalui Dirjen Perhubungan Udara: https://id.wikipedia.org/wiki/Bandar_Udara_Internasional_Juanda. Begitu pula akan Terminal Purabaya yang tadinya dikelola oleh Pemkot Surabaya dengan sistem bagi hasil bersama Pemkab Sidoarjo (tetapi kabarnya diambil alih Kemenhub);  serta terminal Tambak Osowilangun yang dikelola oleh Pemerintah Kota Surabaya. Berikut tautan referensi Sewa Mobil Surabaya: http://www2.jawapos.com/baca/artikel/13337/pengelolaan-terminal-purabaya-diambil-alih-kemenhub-pemkot-tunggu-juknis dan http://insurabaya.blogspot.co.id/2014/03/trayek-tarif-jadwal-terminal-osowilangun.html. Tentang tarif ter-update, perhatikan tahun artikel blog tersebut, karena telah tayang setahun lalu. Saat ini, pasti kesemuanya telah mengalami penyesuaian harga. Beberapa Stasiun Kereta Api yang cukup besar pun ada di Surabaya.

Lobi Bandara Juanda. sumber: commons.wikimedia.org/Serenity
Apa hubungan prasarana transportasi tadi dengan Rental Sewa Mobil Murah di Surabaya?
Secara umum, beberapa tamu Sewa Mobil Avanza di Surabaya yang berasal dari luar kota menggunakan kendaraan lain demi mencapai Kota Surabaya. Memang pada umumnya beliau-beliau ini dijemput di Bandara Juanda, tapi ada kesempatan khusus dimana Rental Sewa Mobil Livina di Surabaya juga mempunyai tamu yang memilih armada transportasi lain untuk kembali ke daerahnya. Seperti bus di terminal Purabaya dan kapal di Tanjung Perak atau bahkan melalui jalur kereta api pula karena di Surabaya ada beberapa Stasiun Kereta Api. Bukankah memang niat kami untuk menjangkau segala lapisan di masyarakat?

Tapi, pembahasan artikel ini sepertinya berbeda dari judul ya? ^_^
Saat Sewa Mobil Honda Mobilio di Surabaya tidak sengaja menemukan pembahasan menarik oleh salah satu pengamat dan ekonom Indonesia pada artikel berikut: http://www.kompasiana.com/faisalbasri/sesat-pikir-pengelolaan-bandara_56a7d1e4f192738c0ccc5b31. Ternyata tanpa disadari, negara Indonesia mempunyai banyak bandar udara setelah era otonomi daerah dimulai. Tak hanya bandara internasional saja, tetapi juga bandar udara kecil atau perintis. Dari hal ini didapat fakta bahwa bandar udara sejatinya bukan untuk 'kalangan berduit' saja, tetapi juga untuk sarana penunjang transportasi secara umum. Karena ada banyak daerah terpencil di Indonesia yang tidak tersentuh pembangunan jalan raya, kereta api, ataupun pelabuhan.

Bandar udara Abdurrachman Saleh. sumber: commons.wikimedia.org/Rochelimit

Tak hanya di daerah terpencil saja, pemkot beberapa kota di Jawa Timur pernah melempar wacana dan pemikiran tentang pembangunan bandar udara di daerahnya. Tentu hal ini bukan tanpa alasan. Sewa Mobil Innova Reborn di Surabaya sendiri tidak terlalu jauh mengetahui kelanjutannya. Yang tergambar di benak kita semua mungkin adalah bahwa jarak tempuh moda transportasi udara tergolong relatif lebih pendek, karena tak mengikuti kontur tanah atau bangunan. Rutenya pun cenderung relatif lurus tanpa halangan; kecuali memang terkadang harus menghindari awan penyebab badai. Seperti salah satu bandar udara baru di pulau Bawean yang termasuk Kabupaten Gresik ini: http://www.merdeka.com/travel/ada-bandara-baru-di-pulau-bawean.html. Saat ditempuh melalui laut, dibutuhkan waktu 6 jam yang bisa sangat dihemat dengan hanya 55 menit untuk perjalanan udara. Sangat membantu jika seseorang membutuhkan rujukan pertolongan rumah sakit besar dengan teknologi modern dalam waktu singkat. Karena kebanyakan rumah sakit itu berada di beberapa kota besar di Jawa. Hal lainnya: Untuk banyak orang yang sibuk, harga tiket pesawat yang cukup mahal dibandingkan transportasi darat atau laut mungkin tak terlalu menjadi bahan pertimbangan.

Tapi kelemahan lalu-lintas udara ini adalah adanya limit bagasi, dan tak membolehkan komunikasi dengan ponsel pribadi; Di waktu tertentu, jalur udara ini juga rawan delay (pemunduran/penundaan jam berangkat) hingga cancelling (pembatalan). Jika trafik bandara sedang sibuk, pesawat pun bisa berputar-putar di dekat bandara untuk menunggu keberangkatan pesawat lain. Beberapa hal ini cukup menjadi bahan pertimbangan saat memilih moda udara atau Kereta Api yang bebas berhenti kecuali di stasiun.

Berdasar fakta-fakta tersebut, pembangunan bandara mungkin bisa menjadi solusi persebaran penumpang; karena untuk menuju ke beberapa daerah tertentu, orang Malang pun tak perlu datang ke bandar udara Juanda karena di Malang pun ada bandara Abdul Rachman Saleh. Meskipun di sisi lain, bandara Juanda yang sibuk pun diketahui memperbanyak jumlah terminalnya dan memberdayakan lagi bandara lamanya yang sempat di-'pensiun'-kan. Rental Mobil di Surabaya sendiri masih sering mengantar-jemput penumpang pada beberapa terminal bandara trsebut.

Apapun moda transportasi yang Anda pilih untuk ke Surabaya nantinya, pastikan untuk selalu mempertimbangkan segala aspek di awal. Sewa Rental Mobil Murah di Surabaya pun siap menjemput di terminal kedatangan, apapun sarana transportasi Anda untuk ke Surabaya nantinya.