Ada Apa Dengan Kesukuan dan SARA?

Di negara Indonesia yang mempunyai semboyan bersama 'Bhinneka Tunggal Ika' ini kita melihat ada bermacam-macam suku bangsa yang tersebar di seluruh daerah Indonesia. Meskipun kita melihat mayoritas penduduk suku tersebut masih ada di daerahnya masing-masing, namun kita mendapati adanya pencampuran suku di suatu daerah disebabkan individu yang mencari penghasilan untuk bertahan hidup. Misalnya, Sewa Rental Mobil Livina di Surabaya melihat pada zaman dahulu Suku Dayak berkumpul di Kalimantan, Suku Bromo-Tengger di sekitaran Gunung Bromo, suku Bugis-Toraja di Sulawesi dan lain-lainnya yang hingga kini masih ada yang menempati daerah asalnya, kecuali suku-suku perantau.
Sementara banyak warga masih bertahan pada daerah aslinya, beberapa orang keturunannya mungkin sudah terlibat 'asimilasi' dan pembauran serta mengikuti zaman dengan bekerja di berbagai sektor atau bidang. Meski terkadang hal ini dapat berarti 'keluar' dari komunitas dan kesukuannya tadi.

Sebuah gambar tentang 'henna' yang beberapa waktu terakhir juga diminati oleh orang Indonesia;
selain henna ini ada banyak hal yang merupakan produk budaya suatu suku/bangsa. Sumber: Pixabay/Free-Photos

Rental Sewa Mobil Avanza di Surabaya sendiri melihat bahwa manusia dewasa mungkin bertanggungjawab atas dirinya sendiri, dan hak untuk berubah (serta 'berkembang') di dalam hidupnya ada pada sosok individu tersebut. Meski demikian pilihan untuk tetap memegang-teguh warisan dan kearifan lokal turun-temurun dalam sejarah suku tersebut sepertinya harus kita hormati pula. Karena terkadang ada inspirasi dan beberapa hal penting yang bisa diambil pada warisan budaya suku tadi, selain mempertahankan salah satu kekayaan sebagai bagian dari 'wajah Indonesia' secara keseluruhan. Hanya, Sewa Rental Mobil Murah di Surabaya masih mendapati ada yang mencoba berinteraksi lebih dalam dengan mereka untuk tujuan 'belajar bersama' disebabkan para 'manusia tradisional' ini mudah sekali ditipu oleh para 'manusia moderen'.

Mengenai beberapa individu yang memutuskan untuk merantau dari daerah asalnya, hal umum yang dilakukan oleh mereka adalah berusaha beradaptasi serta melihat bagaimana kebiasaan serta 'tata krama' setempat. Di dalamnya, mungkin mencakup bagaimana memahami 'aturan tak tertulis' masyarakat setempat, serta berusaha berbahasa lokal setempat.
Di ibukota Jawa Timur sendiri Rental Sewa Honda Mobilio di Surabaya mendapati ada bermacam suku bangsa yang tersebar di seluruh penjuru kota, meski ada beberapa 'kelompok' daerah ini yang mempunyai populasi mayoritas cukup banyak. Misalnya di daerah 'pecinan' Jembatan Merah hingga Kembang Jepun ada suku Tionghoa, daerah Ampel banyak pedagang dan etnis Arab, daerah Kenjeran ada etnis Madura. Meski demikian, masih ada bauran berbagai etnis tadi di bagian kota lainnya; termasuk pendatang dari Papua, Sunda, Bali, dan lain sebagainya.

Dari adanya pembauran berbagai suku ini, mungkin kondisi ini mengharuskan kita untuk saling memahami satu-sama-lain demi hidup harmonis bertetangga. Selama Sewa Rental Mobil di Surabaya Barat beroperasi mungkin sangat jarang terjadi pertikaian antar-etnis yang cukup nyaring terdengar di kota lain. Belum lagi adanya hoax serta kabar miring mungkin minim terlihat juga di kawasan Surabaya. Namun setelah cukup lama stabil dan kondusif, beberapa waktu lalu (Mei 2018) mulai ada terorisme juga di Surabaya. Dan soal terorisme ini mungkin bukan terkait dengan etnis, namun lebih kepada keyakinan atau pemahaman agama tertentu. Meskipun demikian, masalah ini masuk satu bahasan SARA (atau suku, agama, ras dan antar-golongan). Dalam situasi yang kondusif, perbedaan suku, agama, ras dan antar-golongan ini tidak begitu dipermasalahkan. Jadi penyebutan SARA biasanya lebih ke arah negatif daripada positif.

Ada banyak peninggalan di Indonesia berbasis agama. Tanpa harmonisasi mungkin yang demikian ini akan susah terpelihara seperti banyak bangunan bersejarah di Irak atau Suriah. Sumber: commons. wikimedia.org/Bernard Gagnon

Di sekitaran kantor Rental Sewa Pickup Grand Max di Surabaya sendiri, ada cukup banyak warung yang hanya tutup sebentar di awal bulan puasa. Meski yang demikian tidak dapat secara langsung merupakan indikasi harmonisasi antar umat, namun bila dibandingkan dengan kota lain dimana warung langsung diporak-porandakan bahkan dibakar, di Surabaya masih dinilai mending disebabkan tidak ada kejadian demikian—disamping itu sebagian karyawan dan orang lain yang kebetulan saat itu tidak berpuasa setidaknya dapat tertolong kebutuhannya. Lagipula warung yang masih buka tadi masih berniat menghormati mereka yang berpuasa dengan membukanya separuh pintu.

Sewa Rental Mobil Xpander di Surabaya menemukan salah satu kasus yang lumayan 'ribut' di media sosial adalah Jogja dengan pendatang dari Papua. Sebagai salah satu kota pendidikan selain Malang, Surabaya atau Jakarta dimana ada banyak universitas selain sekolah tinggi dan menengah (kejuruan) di sana, Yogya sangat menarik bagi pendatang dari berbagai daerah di Indonesia. Ada tautan yang menyertakan pesan bernada permintaan izin atau 'tanda permisi' dari DPRD Papua ke Sultan Jogja,
https://www.cnnindonesia.com/nasional/20160810094846-24-150361/menitipkan-orang-papua-ke-sultan-yogya. Di masa lalu ketika zaman kerajaan, sepertinya ada pengiriman utusan-utusan untuk penyampaian pesan dari pimpinan daerah ke pimpinan tujuan. Jika di masa kini mungkin lebih efektif dengan surat atau video konferensi atau sejenisnya, namun tak mengurangi substansi merendah hati untuk 'permintaan izin' tadi.
Meski demikian, nyatanya konflik antara pemuda Papua dan masyarakat Jogja sepertinya masih meruncing dari yang diketahui Rental Sewa Mobil Per-12 Jam di Surabaya melalui media sosial. Tentu hal ini harus dibicarakan bersama agar kondisinya tidak berlarut-larut; seperti yang dikatakan, bahwa masyarakat Papua juga menerima pendatang Jawa (Jogja) dengan tangan terbuka. Bila tak segera dituntaskan, mungkin akan menjadi bumerang juga pada pendatang Jawa yang ada di Papua. Setidaknya harus ada 'win-win solution' atau rasa nyaman untuk semuanya.

Ada hal berbahaya yang seharusnya dapat menjadi perhatian kita semua, saat segerombolan orang yang minus nalar mungkin mengancam beberapa orang yang masih berpegang pada 'kebenaran'. Meski orang acap kali bilang bahwa 'kebenaran bersifat relatif', artinya masing-masing mempunyai nilai benar menurut mereka sendiri; tetapi seharusnya mesti dipilah mana yang lebih 'bersahabat' dengan kebaikan dalam banyak aspek. Hal ini menjadi kesimpulan Sewa Rental Mobil Perhari di Surabaya dari banyak hal dimana banyak suara dianggap terbaik dan mewakili padahal banyak suara tadi belum tentu baik dan benar; selain itu ada 'orang-orang baik' yang sengaja memilih diam.
Begitu pula akan adanya fenomena 'perundungan massal' dari berbagai topik yang muncul ke permukaan dewasa ini: http://www.femina.co.id/Trending-Topic/fenomena-bully-massal-di-internet-kenapa-kita-mudah-menghakimi. Mungkin Rental Sewa Mobil Innova di Surabaya dan kita semua beberapa kali mendapati banyaknya orang yang berkomentar 'tidak pada tempatnya' dan memilih 'berasumsi', alih-alih menguasai bidang yang dikuasainya tersebut. Hal ini tentu saja, menjadi salah satu yang cepat memanaskan jagad media sosial dimana pun lokasi dan apapun komunitasnya. Tentang SARA, ada fenomena 'cebong-kampret' dari perseteruan dua kubu pendukung capres sejak 2014. Sewa Rental Mobil Baru di Surabaya melihat ini sebagai salah satu bahasan SARA karena ada dua golongan yang berbeda di sana sesuai dengan 'kebenaran' versi mereka masing-masing. Kemungkinannya ini bakal berlanjut pula pasca Pemilu 2019 nantinya.

Terkait dengan SARA dan bagaimana rusuhnya kondisi pasca Pilpres 2014, diberitakan pula bahwa beberapa komunitas penyebar hoax sempat ditangkapi dengan tuduhan penyebaran isu SARA: http://news.detik.com/berita/d-3611455/sindikat-saracen-dibayar-puluhan-juta-untuk-sebarkan-isu-sara. Tentunya hal ini menjadi keprihatinan banyak orang yang merasa masih 'berakal sehat': ada orang yang mau saja dibayar dan mencari uang dengan cara merusuh.
Adanya konflik berkepanjangan tidaklah menyehatkan untuk suatu usaha, apalagi bila kita melihat di daerah-daerah (negara) yang mengalami perang. Jadi menurut Rental Sewa Mobil Innova Reborn di Surabaya berpendapat bila banyak orang harus dilibatkan untuk merawat kondisi damai supaya kebaikannya juga dirasakan bersama. Minimal tidak lantas menambah keruh suasana.

E-Tilang dan Penegakan Aturan

Pernah ditilang? Penilangan adalah salah satu cara memberi sanksi kepada pelanggar oleh polisi sebagai pihak yang berwenang dalam mengatur lalu-lintas jalan. Sewa Rental Mobil Innova di Surabaya banyak menjumpai seseorang menghindari tilang karena banyak diantaranya yang menerapkan denda besar; mungkin juga malu bila dilihat dan diketahui kerabat atau orang dekat mereka bahwa mereka ditilang. Tapi bahkan mereka yang terkena tilang pun tidak banyak membuat orang lain menghindari tilang. Rental Sewa Mobil Murah di Surabaya sendiri terkadang masih melihat ada pengendara motor yang menyerobot lampu merah, naik ke atas trotoar dan lain-lain. Hal ini membahayakan pengguna jalan lainnya; selain pejalan kaki juga pengemudi mobil pula karena mereka yang berkendara ngawur begini mungkin juga akan mengabaikan pemberian isyarat lampu sein untuk berbelok.

Imbas pelanggaran dan penilangan—pengemudi bisa didenda sekaligus dikunci kendaraannya supaya tidak kabur.
Sumber: pixabay/Buecherwurm_65

Di lapangan sendiri ada banyak poin untuk penilangan. Diantaranya kelengkapan kendaraan (termasuk surat pentingnya) untuk layak jalan, perlengkapan yang harus dipakai oleh pengendara hingga kondisi kendaraan tersebut saat meluncur di jalan raya terkait rambu-rambu serta marka jalan. Secara garis besar, pengendara yang terkena tilang akan diberikan surat tilang yang kemudian harus mengikuti pengadilan untuk denda dan keputusan selanjutnya. Namun saat ini Sewa Rental Mobil di Surabaya Barat melihat ada langkah yang diambil untuk memudahkan pelanggar membayar dendanya: http://bogor.tribunnews.com/2016/03/17/pengguna-kendaraan-yang-kena-tilang-siapkan-kamera-anda-ini-loh-fungsinya. Menurut Kanit Turjawali Polres Bogor pada tautan tadi, warna surat denda yang diberikan pun menunjukkan adanya perbedaan prosedur pengurusan saja.

Saat ini Kota Surabaya menjadi salah satu acuan dan menguji-coba penerapan 'e-tilang'. E-tilang adalah penilangan yang dilakukan secara 'on-the-fly', maksudnya langkah tilang yang dilakukan tanpa adanya petugas berwenang di lapangan, tetapi surat tilang tersebut ditujukan ke rumah yang bukti pelanggaran tersebut terekam melalui CCTV. Ujicoba untuk e-tilang ini dimulai sejak akhir Agustus lalu: https://www.jawapos.com/radarsurabaya/read/2017/08/30/10579/e-tilang-mulai-diuji-coba-langgar-lalin-langsung-terekam-cctv.

Ilustrasi CCTV. Saat ini ada banyak CCTV yang dipasang di jalan demi membantu pengaturan dan info lalin.
Sumber: pixabay/ElasticComputeFarm 
Dari beberapa sumber yang dipantau Rental Sewa Mobil Livina di Surabaya, ternyata ada hoax yang menyebutkan bahwa e-tilang juga diterapkan di beberapa kota lain. Misalnya di depok: http://poskotanews.com/2017/09/11/hoax-ujicoba-tilang-e-cctv-di-depok/, Kota Bandung: http://regional.liputan6.com/read/3090233/kabar-uji-coba-tilang-e-cctv-di-bandung-ternyata-hoax, Palembang: http://sumsel.tribunnews.com/2017/09/10/heboh-beredar-broadcast-tilang-e-cctv-ini-penjelasan-dishub, Bahkan IbuKota Jakarta: https://oto.detik.com/mobil/3636070/soal-tilang-cctv-sudah-diterapkan-di-jakarta-polisi--hoax. Namun, Sewa Rental Mobil Avanza di Surabaya menemukan satu situs yang berkaitan dengan e-tilang di Jakarta: https://e-tilang.perkara.info/. Tidak tahu pasti apakah ini adalah situs yang nantinya dipergunakan untuk pengurusan e-tilang beserta dendanya di Jakarta.

Terlepas dari berbagai berbagai hoax yang ada, Rental Sewa Mobil Innova Reborn di Surabaya menemukan satu imbas yang cukup positif terkait e-tilang tadi, yakni menurunkan jumlah pelanggaran: https://kumparan.com/nurul-hidayati/e-tilang-lewat-cctv-di-surabaya-efektif-turunkan-pelanggar-lalu-lintas. Dari yang dijabarkan pada artikel berita tersebut, penurunannya ini sekitar 75%. Cukup drastis. Tidak diketahui motif seseorang melakukan pelanggaran tersebut, tetapi kerja pihak kepolisian pun mungkin tak terlalu 'ngoyo' untuk selalu menurunkan personelnya ke sebuah tempat untuk selalu mengawasi pengguna jalan yang melanggar. Dengan begitu personel polisi tersebut bisa mengurusi hal lain seperti mengalihkan kepadatan dan semacamnya.
Tidak diketahui pasti pula apakah penerapan e-tilang ini akan merambah kota-kota besar yang disebutkan  tadi, karena kamera yang digunakan pasti kamera yang akan sangat jelas menyorot hingga ke TNKB (plat nomor) kendaraan tersebut: http://kelanakota.suarasurabaya.net/news/2017/192691-Kamera-Resolusi-Tinggi-Pendukung-e-Tilang-Bisa-Merekam-Banyak-Pelanggaran-dalam-Satu-Waktu. Namun pada tautan berita tadi menjabarkan bahwa pengawasan berbasis CCTV ini hanya akan diterapkan di dua titik karena dinilai yang paling siap, serta termasuk yang 'rawan' pelanggaran.

Terkait dengan dendanya, ternyata e-tilang ini juga cukup seram memberlakukan sanksi. Karena pengganjarannya adalah nilai denda maksimal dari pelanggaran tersebut: http://surabaya.tribunnews.com/2017/08/28/laporan-khusus-e-tilang-bagus-kaget-kena-tilang-rp-15-juta. Tetapi dari tautan lain (namun tertanggal lebih lama), penerapan denda maksimal ini disebabkan belum adanya kepastian kesepakatan besaran denda dalam bentuk 'tabel': http://kelanakota.suarasurabaya.net/news/2017/185964-Penerapan-E-Tilang-Masih-Menuai-Hambatan-di-Beberapa-Daerah. Namun jika kemudian ternyata penerapannya (besaran sanksi denda) di lapangan sekarang adalah ketentuan finalnya, maka tak perlu diprotes juga; cukup berusaha tidak melanggar aturan mungkin lebih baik. Hanya, beberapa waktu lalu Sewa Rental Mobil Honda Mobilio di Surabaya menjumpai seseorang di laman e100 mempertanyakan bahwa surat tilang yang mampir ke rumahnya salah alamat dikarenakan beberapa hari diam di rumah karena sakit. Tidak tahu mana yang benar, sedangkan Rental Sewa Mobil Per-12 Jam di Surabaya juga tidak mengikuti perkembangannya lebih lanjut. Karena mungkin bisa disadari bila kelemahan dari sistem CCTV ini adalah bila TNKB yang dipasang di kendaraan adalah palsu. Kita tunggu saja bagaimana kelanjutan dan penerapan dari praktik e-tilang ini, semoga ada solusi untuk tiap permasalahan yang timbul.

Polisi "Cepek" dan Lalu Lintas Kita

Pernah dengar istilah 'polisi cepek'?
Istilah ini disematkan kepada orang biasa yang mengatur lalin di persimpangan dengan imbalan sejumlah uang. Sementara kata 'cepek' ini pun agaknya kurang pas, karena di masa kini uang seratusan rupiah 'kurang berarti' bagi sebagian besar orang, dan istilah hitung-hitungan ala Hokien ini mungkin hanya sebatas pengucapan saja (penyebutannya mungkin dipilih karena yang paling familiar); mirip 'permintaan pajak' Pak Ogah dalam serial Si Unyil saat ada warga yang lewat daerahnya.

Tapi membahas tentang 'polisi cepek' ini, di dekat markas Sewa Rental Mobil Avanza di Surabaya ada beberapa titik yang termasuk 'daerah operasi' mereka; terutama pada persimpangan jalan yang ramai dan tanpa lampu lalin. Kecuali jika hujan sangat deras atau pada persimpangan itu telah ada polisi yang mengatur (karena tak sepanjang hari polisi mengatur daerah tersebut; bahkan hanya beberapa jam), mereka masih dijumpai keberadaannya oleh Rental Sewa Mobil Honda Mobilio di Surabaya. Waktu operasi mereka pun tak bisa dibilang sebentar: yakni saat jam jalanan ramai oleh kendaraan.

Sosok 'polisi cepek' yang beroperasi di banyak persimpangan. Sumber: commons.wikimedia.org/Andiazamuddin
Di jagad maya sendiri, Sewa Rental Mobil Innova di Surabaya juga mendapati banyak komentar, artikel atau opini yang beredar baik di medsos, blog dan media lainnya. Sebagian dari para pengguna jalan (kendaraan) ini merasa terbantu, tak mempermasalahkan atau bahkan ada yang menganggap ini sebagai bagian dari 'sedekah'; tetapi sebagian masyarakat juga terlihat kesal akan fenomena ini dan menyebutkan keheranannya, 'masa kita akan bertemu tiap belok kanan?'. Salah satu alasannya mungkin karena mereka merasa telah membayar pajak untuk kehidupan yang lebih baik. Tautan berita berikut ini juga merupakan salah satu fakta dimana para polisi cepek ini terasa di 'luar batas': http://www.tribunnews.com/regional/2016/02/05/dianggap-meresahkan-pak-ogah-kota-makassar-diamankan serta http://www.tribunnews.com/regional/2016/03/24/gara-gara-melawan-pak-ogah-nyaris-dibogem-kapolsek-medan-timur.

Rental Sewa Mobil Livina di Surabaya tak tahu pasti akan daerah pertama yang para pemudanya berinisiatif untuk menjadi 'polisi cepek' ini, namun keberadaannya rupanya telah menyebar di berbagai daerah (terutama di kota besar). Dari pengamatan Sewa Rental Mobil Innova Reborn di Surabaya di persimpangan dekat garasi dan markas, biasanya 'polisi cepek' ini berpasangan untuk memudahkan operasional. Satu bertugas pengaturan lalin, satu bertugas pemantauan hingga penyodoran 'kotak ikhlas' kepada sopir untuk diisi.

Namun ternyata Rental Sewa Mobil Murah di Surabaya juga mendapati ada yang bertugas sendirian. Jika begitu, maka terkadang sopir yang berbaik hati akan melempar recehan atau uangnya ke arah 'polisi cepek' itu. Selama ini bila Sewa Mobil Surabaya melihat, tak ada orang yang akan memungutnya karena mungkin banyak yang sadar itu adalah 'upah' atau 'jatah' hasil keringat dari para 'polisi cepek' tersebut, entah bila ada yang tega mengambilnya; selain karena jumlahnya yang memang tidak seberapa.

Namun jika dipikirkan, meski peran mereka kurang seberapa penting terkadang terpikir mereka juga cukup memberi kontribusi; karena sejauh Rental Mobil Surabaya mengamati, agaknya mereka juga cukup sadar dan mengetahui kalau pekerjaan tersebut bersifat sukarela dan ada cukup banyak pengguna kendaraan (sopir) yang tak membayar cepekan ini, meski ternyata ada regulasi dan ketentuan khusus yang mengatur tentang sosok yang tidak mempunyai wewenang ini: http://www.hukumonline.com/klinik/detail/lt559dddf8c0e3b/ancaman-sanksi-bagi-pak-ogah. Tapi, bila kita melihat rompi pada gambar di atas dengan keterangan 'Mitra Polri', mungkin kita malah bertanya-tanya apakah instansi Polri memang memberi kewenangan kepada mereka?

Jika kita merunut berita di media massa ini, mungkin beberapa orang sopir masih membandingkan kesukarelaan ini dengan pungutan yang kerap dijumpai saat melewati jalan-jalan tertentu. Dan nampaknya sosok polisi cepek juga berbeda juga dengan relawan pengatur lalin pada tulisan berikut: http://www.kompasiana.com/haridrmwn/mahfud-sukarelawan-pengatur-lalu-lintas-kota-bogor_5851880e789373c54e4467fa. Tapi bagaimana pun 'bentuk' mereka dalam mengatur jalan, ada harapan yang seringkali dilontarkan oleh banyak orang termasuk Sewa Rental Mobil di Surabaya Barat: semoga bisa mengurai kemacetan dan tidak lantas menyebabkan keruwetan yang lebih parah.

Mobil Wagon dan Rumah Kedua

Agaknya tidak umum untuk mempunyai wagon (mobil karavan) di Indonesia. Apalagi sistem kependudukan di Indonesia pada umumnya seperti tidak memungkinkan untuk menjadikan mobil sebagai rumah (dengan sifat berpindah-pindahnya) yang bisa menyulitkan pemantauan kepada pemilik rumah. Karena sistem administrasi yang umum berlaku di Indonesia adalah hingga ke tingkat searea yang terdiri dari beberapa (puluhan) kepala keluarga yakni RT (Rukun Tetangga). Mungkin Rental Sewa Mobil Murah di Surabaya hanya pernah menemukan rumah dengan bentuk unik yang menyerupai mobil atau kontainer dari sebuah truk, tetapi bukan rumah yang mobile, setidaknya mereka yang mempunyai KTP.

Caravan yang biasa ditarik oleh mobil, biasa digunakan untuk berkemah
tapi ada yang menggunakannya sebagai rumah tinggal. sumber: commons.wikimedia.org/Andy F

Rental Sewa Mobil Livina di Surabaya menemukan satu tautan yang menarik tentang model yang lumayan baru dari 'rumah caravan' ini: http://www.kaskus.co.id/thread/5191ebbb5b2acf2452000007/keren-gan-mobil-van-yang-bisa-berubah-jadi-rumah/. Dalam laman forum tersebut diperlihatkan beberapa tampilan foto mobil van yang menarik dan kemungkinan cocok untuk rumah tinggal. Namun kita tahu juga bahwa bagi kebanyakan orang, kebutuhan yang utama adalah rumah tinggal yang menetap. Di beberapa referensi artikel, beberapa orang dewasa mengkhawatirkan mental si anak jika sering berpindah. Banyak orang dewasa yang berpindah-pindah kota kediaman hingga akhirnya memutuskan untuk tinggal di suatu tempat hingga si anak dewasa dan mandiri (karena penyesuaian diri dari perilaku nomaden agaknya sulit bagi banyak anak). Tapi di Indonesia, ada yang tugas pekerjaannya mengharuskan untuk berpindah tempat; semacam mutasi pada dinas kepolisian, guru (PNS) dan lain sebagainya.

Sewa Rental Mobil Honda Mobilio di Surabaya juga menemukan fakta lain dimana standar hidup di Indonesia memang tidak tinggi seperti di negara-negara asing yang warganya menerapkan perilaku tersebut. Jangankan sebuah mobil yang multifungsi seperti itu, rumah saja belum punya ^_^ Sebuah rumah tinggal memang termasuk menempati level pertama dalam kebutuhan selain makanan dan baju; Sewa Rental Mobil di Surabaya Barat sebagai bagian dari warga Indonesia biasa membaca atau mendengar bahwa kebutuhan primer kita terdiri atas Sandang, Pangan dan Papan. Dan mobil ini tergolong kebutuhan 'mewah' yang tak setiap orang memilikinya. Bahkan Sewa Rental Mobil Innova Reborn di Surabaya melihat bahwa orang akhirnya memilih sepeda motor dibanding mobil karena harganya yang tinggi. Bahkan ada yang hingga memodidikasi sepeda motornya supaya bisa dibuat beratap seperti mobil.

mobil caravan keluaran Volkswagen (Doubleback T5). sumber: http://www.dailymail.co.uk/news/article-2322023/Just-vantastic-Head-turning-campervan-opens-reveal-secret-compartment-flick-switch.html

Namun memang kita tidak bisa memukul rata bahwa 'kebutuhan tinggal' penduduk Indonesia ini selalu menyukai yang 'menetap'. Karena di beberapa daerah, Rental Mobil Innova di Surabaya juga menemukan beberapa referensi soal rumah terapung atau rumah perahu, salah satunya ditunjukkan oleh laman berikut: http://www.antarasulsel.com/foto/5186/rumah-terapung. Rumah terapung atau rumah perahu ini seperti kapal yang digunakan oleh banyak warga asing juga, tetapi dalam skala yang lebih sederhana. Tetapi biasanya mereka yang punya tempat tinggal terapung begini bertempat di danau atau sungai ketimbang di laut seperti warga asing tadi. Karena banyak orang yang ternyata masih memperhatikan poin keselamatan orang-orang sekitarnya atau keluarganya.

Secara geografis, wilayah Indonesia tidak dihampiri angin topan atau cuaca yang sangat ekstrem meski gempa bumi juga tak jarang terjadi di Indonesia karena negara kita memang termasuk daerah 'cincin api' yang ditandai oleh sebaran gunung berapi aktif atau termasuk dalam lempeng bumi yang selalu bergerak.
Jadi kecil kemungkinannya bagi sopir Rental Sewa Mobil Avanza di Surabaya menjumpai mobil jenis ini melaju di jalanan. Meski begitu jangan dikira bertemu dengan beberapa tipe mobil lain tidak lebih merepotkan juga; karena secara postur, ada banyak jenis mobil lain yang mempunyai bodi dan panjang yang cukup untuk membatasi pandangan dan mengharuskan kewaspadaan lebih tinggi. Produsen yang menawarkan mobil ini di Indonesia pun mempersyaratkan hal khusus diluar pajak dan servis rutin atau tune-up, yakni uji KIR (yang biasanya diterapkan pada mobil angkutan) dan beberapa poin lainnya. Seperti yang dicantumkan pada referensi Sewa Mobil di Surabaya berikut: http://otomotif.tempo.co/read/news/2014/09/24/123609277/ini-syarat-untuk-peminat-daihatsu-gran-max-caravan. Jenis mobil karavan yang ditawarkan tersebut memang tidak dimaksudkan sebagai rumah tinggal keliling, tetapi hanya untuk mereka yang ingin traveling sambil membawa banyak perlengkapan saat melakukan traveling tersebut. Mereka pun pastinya sudah mempunyai 'rumah menetap' dan merupakan kaum 'berada'.

Berbicara tentang 'rumah berjalan', Sewa Rental Mobil Murah di Surabaya menemukan satu konsep mobil yang bisa digunakan sebagai 'rumah sementara'; meski hanya sekadar konsep tapi kemungkinannya bisa juga terealisasi, karena kemajuan teknologi saat ini mendukung untuk itu:


Agaknya jenis ini mungkin bisa digunakan sebagai tampungan sementara para korban evakuasi gunung meletus, korban banjir, sekolahan dan lain-lain. Meski mungkin akan timbul beragam manfaat yang diambil jika konsep kendaraan tersebut direalisasikan. Tapi, melihat faktor kenyamanan dan keselamatan jalan umumnya: sifat bongkar pasang yang ada di berbagai kendaraan model ini hendaknya menjadi perhatian dan menjadi poin khusus dalam perawatannya selain pada bagian gerak mekanis mobil tersebut agar tidak merepotkan pengguna jalan lain kemudian.

Tentang Drifting

Karena diekspos dalam satu film tentang balapan mobil Hollywood, Rental Sewa Mobil Innova Reborn di Surabaya menilai banyak masyarakat Indonesia menjadi lebih mengenal tentang drifting yang dilakukan insan pebalap dengan kendaraan tunggangannya. Aksi ini juga tak umum dilakukan di keramaian, dan lebih cenderung dilakukan oleh mereka yang suka berkendara di arena balapan atau mereka yang suka berkendara dengan tangkas. Meski banyak video yang mengulas dan mempertontonkan aksi drifting dengan mobil, nyatanya ada pengendara motor juga yang melakukannya.

Pembalap motor yang melakukan drifting. sumber: commons.wikimedia.org/kallerna

Drifting (diterjemahkan Indonesia sebagai: mengepot) merupakan salah satu teknik mengemudi dengan mempertahankan posisi miring selama mungkin saat meluncur—teknik ini harus menggunakan penggerak belakang. Posisi miring ini didapat lebih optimal saat ada tikungan dan pembalap pun melakukan drifting ini sejauh mungkin sebelum berlanjut meluncur sejenak dan kembali mengepot saat ada tikungan lainnya. Sewa Rental Mobil Avanza di Surabaya menemukan satu artikel menarik tentang bagaimana cara 'nge-drift' ini: http://www.wikihow.com/Drift-a-Car, dan dari sana kita bisa menilai bagaimana skill seorang pembalap melakukan aksi drifting.

Kita juga bisa melihat bahwa pelaku drifting ini juga tidak selalu menggeber mobilnya dengan kecepatan tinggi seperti umumnya pembalap yang biasanya berusaha mencatat waktu terbaik setelah lepas dari titik start. Terlepas dari metode yang dilakukannya, Sewa Rental Mobil Innova di Surabaya melihat ada keanehan sendiri saat mengakses halaman Wikipedia dengan bahasan drifting ini: https://id.wikipedia.org/wiki/Mengepot. Pada halaman tersebut, dijelaskan bahwa FIA sebagai badan yang mengayomi olahraga balap tidak mengakui drifting sebagai bagian dari olahraga balap profesional. Tapi sewaktu Sewa Mobil Honda Mobilio di Surabaya menjelajah situs badan FIA dan mengetikkan kata drift dalam mesin pencariannya, ternyata ada beberapa pagelaran yang termasuk dalam kategori 'FIA Events'. Silahkan akses url berikut: http://www.fia.com/search?search_api_views_fulltext=drift untuk mengetahui beberapa event seperti "Dunlop Drift Challenge".

Di bawah ini adalah seorang anak yang malah mahir nge-drift dengan mobil. Mungkin karena dukungan lingkungan sekitarnya.




Sampai saat ini, Rental Sewa Mobil di Surabaya Barat tidak mengetahui apa manfaat positif di balik aksi drifting ini selain untuk kesenangan pribadi para pecinta mobil dan penontonnya, mungkin mirip dengan aneka ragam cabang olahraga lain yang bisa menghibur dengan permainan yang lumayan penuh skill. Walaupun begitu, secara langsung kita bisa melihat bahwa para pelaku aksi drifting ini mempunyai kemampuan handling yang tidak remeh. Meski amat sangat berpotensi pada kaki-kaki, beberapa komponen sistem pengereman serta tentunya adalah ban mobil.

Sopir-sopir 'rumahan' dan sopir resmi suatu perusahaan kemungkinannya menghindari hal ini karena efeknya tidak bisa diperkirakan pada kendaraan 'rumah tangga' yang tidak dirancang atau dimodifikasi untuk itu. Apalagi bila kendaraan yang digunakan untuk aksi ini bukan miliknya sendiri. Mungkin juga termasuk sopir Sewa Rental Mobil Murah di Surabaya. Jadi jika Anda diantar oleh sopir Rental Sewa Mobil Livina di Surabaya dan secara kebetulan melakukan aksi drifting saat itu, Anda tinggal menghubungi kami saja supaya kasusnya bisa diproses lebih lanjut. ^_^